- Diposting oleh : Erik Hariansah
- pada tanggal : Juli 30, 2026
MAKASSAR — Dalam upaya mendorong tata kelola pemerintahan yang adaptif serta meningkatkan mutu pelayanan publik, Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah pada 28–29 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Mamminasata Lantai IV Kantor Bappelitbangda Sulsel ini diikuti oleh 38 peserta mewakili 19 inovasi daerah dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII serta SMA/SMK Negeri di Kabupaten Barru, Kota Parepare, dan Kabupaten Pinrang.
Mengangkat tema "Penguatan Kapasitas Inovasi Daerah untuk Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif, Kolaboratif, dan Berorientasi pada Pelayanan Publik," bimtek ini diproyeksikan untuk memperkuat kemampuan aparatur dalam mengelola, mendokumentasikan, mereplikasi, hingga menginput dokumen inovasi ke aplikasi Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri.
Narasumber utama kegiatan, Dermayana Arsal, S.Hut., M.P., Ph.D. (Peneliti Ahli Muda Bappelitbangda Sulsel), menekankan bahwa keberhasilan inovasi tidak sekadar diukur dari hadirnya program baru, melainkan dari dampak nyata, terukur, dan berkelanjutan. Didampingi Tim Pendamping Teknis Rosmala Dewi Said, S.T., M.S.P., dan M. Irfan, S.T., M.Eng., M.URP., para peserta dibimbing secara intensif dalam penyempurnaan data pendukung hingga verifikasi bukti dukung sesuai standar penilaian nasional.
SMAN 4 Barru Usung Program Inovasi Pembelajaran "BERDAYA"
Turut hadir langsung mewakili sekolahnya, Kepala SMA Negeri 4 Barru, Hasby, S.Pd., M.Pd., mengusung gagasan inovasi bertajuk "Penguatan Pembelajaran Mendalam Melalui Praktik Pedagogis Menggunakan Program BERDAYA".
Program BERDAYA dirancang sebagai kerangka kerja pedagogis yang terstruktur melalui tahapan:
- Berpikir reflektif,
- Eksplorasi dan inkuiri,
- Rancang pembelajaran mendalam,
- Dialog dan kolaborasi,
- Aksi dan asesmen otentik, serta
- Yakin dan yakin lagi.
Inovasi ini ditujukan untuk mentransformasi pengalaman belajar siswa agar lebih bermakna, relevan, serta mampu menjawab tantangan peningkatan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan.
"Bimbingan teknis ini memberikan pemahaman yang sangat komprehensif tentang bagaimana sebuah inovasi dinilai secara objektif—tidak hanya dari aspek kebaruannya, tetapi juga dari dampak nyata yang dihasilkan bagi peserta didik, sekolah, dan masyarakat," ujar Hasby di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan bahwa dunia pendidikan memerlukan inovasi yang dirancang secara sistematis dan dievaluasi secara berkala agar manfaatnya terukur serta dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Sinergi Menuju Capaian Indeks Inovasi Daerah
Sementara itu, pendamping inovasi daerah Rosmala Dewi Said menyampaikan apresiasi atas komitmen dan partisipasi aktif seluruh unit sekolah yang hadir.
"Kami mengapresiasi dukungan dan komitmen Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII serta seluruh peserta. Semoga inovasi yang dikembangkan dapat terdokumentasi dengan baik, memenuhi indikator penilaian IGA, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta peningkatan mutu pendidikan," ungkap Rosmala.
Melalui pendampingan ini, Bappelitbangda Sulsel berharap semangat berinovasi tidak berhenti sebagai pemenuhan kompetisi semata, melainkan menjelma menjadi budaya kerja yang memperkuat capaian Indeks Inovasi Daerah dan mendorong percepatan pembangunan di Sulawesi Selatan.
